Proses Rekruitmen Panwascam Surabaya Penuh Misteri

Proses Rekruitmen Panwascam Surabaya Penuh Misteri

 

SURABAYA – Proses rekruitmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya, meninggalkan aroma tak sedap. Kuat dugaan, proses rekruitmen oleh panitia kerja (Panja) Panwaslu Kota Surabaya terhadap calon Panwascam se Kota Surabaya, berlangsung tidak jujur dan tidak adil. Hal itu dikeluhkan oleh seorang calon Panwascam yang gagal masuk seleksi.

“Kalau boleh disebut Panja Panwaslu Kota Surabaya telah melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar sumber yang meminta tidak disebutkan jatidirinya, kepada kitanusantara.com, Jum’at (13/10/2017).

Sumber itu menyebutkan, ada sejumlah calon Panwascam di beberapa kecamatan yang lolos seleksi dan masih ada hubungan pertalian sedarah dengan salah satu Panja Panwaslu Kota Surabaya. Padahal, dirinya yakin kalau calon Panwascam yang dimaksud tidak layak lolos seleksi. “Panja masih menganut budaya bolo dewe saat proses tahapan perekruitan calon Panwascam,” tukas dia.

Yang lebih ironis lagi, lanjut dia, ada calon Panwascam yang lolos seleksi dan masih kakak kandung dari salah satu anggota Panwaslu Kota Surabaya.

“Bukan karena saya tidak lolos dan sakit hati, lalu menceritakan masalah ini. Tapi, saya lebih mengedepankan orisinalitas dan kejujuran dari kerja Panja Panwaslu Kota Surabaya. Bagaimana nanti saat Pilkada digelar, apakah yakin ada kejujuran dan keprofesionalan di saat mereka melakukan pengawasan?,” cetus sumber itu.

Tidak hanya itu, sumber tersebut menambahkan, dia juga banyak menjumpai sejumlah kejanggalan atau kecurangan yang dilakukan Panja Panwaslu Kota Surabaya. Berhembus pula berita, jika sejumlah calon Panwascam yang lolos seleksi ‘wajib setor’ ke Panwaslu Kota Surabaya pasca dilantik. Saat menjadi Panwascam, ‘orang pilihan’ ini wajib memberi uang Rp 200 ribu perbulan tiap orang. “Tapi ini tidak berlaku bagi semuanya, hanya Panwascam tertentu yang wajib membayar. Itupun setelah mereka resmi dilantik,” tukasnya.

Bahkan sumber ini berani untuk dikonfrontasi terkait keabsahan sejumlah bukti yang dimilikinya. Dia juga berharap kepada pihak berkompeten untuk meninjau kembali hasil seleksi Panwascam Kota Surabaya 2017.

Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari Panwaslu Kota Surabaya terkait kabar tidak sedap tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 250 orang dinyatakan telah memenuhi kelengkapan, keabsahan dan legalitas berkas persyaratan calon anggota Panwascam. Pada Minggu (8/10/2017) lalu, ke-250 calon anggota Panwascam itu telah mengikuti tes tulis dan tes wawancara (fit and proper test).

Kepada media, Ketua Panwaslu Kota Surabaya, Hadi Margo Sambodo mengatakan jika Panwaslu Kota Surabaya akan merekrut Panwascam masing-masing 3 orang pada 31 Kecamatan se-Surabaya. Total Panwascam yang akan direkruit sebanyak 93 orang.

"Tenaga yang dibutuhkan sebanyak 93 orang. Tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para pendaftar," kata pria yang akrab dipanggil Hadi itu.

Pada akhir Oktober ini, seluruh Panwascam terpilih segera dilantik dan untuk kemudian mengawasi semua tahapan pemilu di wilayah kerjanya masing-masing. Proses rekruitmen Panwascam ini juga berlangsung di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, jelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. (slamet)