Pemasangan Box Culvert Keputih ‘Ciak’ Korban

Pemasangan Box Culvert Keputih ‘Ciak’ Korban Mobil Toyota Avanza putih terperosok karena pelaksana pekerjaan tidak memasang rambu pengaman di lokasi proyek yang terletak di Jalan Keputih,Surabaya. (foto: slamet)

Di lokasi proyek tidak dijumpai rambu pengaman dan papan proyek. Salah siapa?

SURABAYA, – Ini yang kadang diabaikan bagi para pelaksana pembangunan infrastruktur di kota Surabaya. Yakni menyangkut pengamanan di lokasi proyek yang bisa memakan korban. Bukti konkretnya terjadi di proyek pemasangan U Getter di Jalan Keputih Surabaya.

Sebuah mobil Toyota Avanza terperosok gara-gara proyek pembangunan U Getter di Jalan Keputih, Surabaya, menyisakan dampak kerugian bagi masyarakat khususnya, bagi pengguna jalan.

Perbaikan saluran jalan Keputih, Surabaya, dari pantauan di lapangan saat adanya, mobil Avanza yang terperosok adalah korban dari dampak dari pekerjaan infrastruktur, karena pelaksana pekerjaan tersebut  telah mengabaikan pemasangan rambu-rambu pengaman.  

Padahal di dalam dokumen kontrak yang sudah menjadi kesepakatan kedua belah pihak, disebutkan secara jelas bahwa adanya kewajiban bagi pelaksana untuk masangan rambu-rambu di sepanjang Jalan Keputih Surabaya.

Pada paket pekerjaan box culvert yang terpasang lebih rendah dari badan jalan, sehingga akses pengguna jalan terampas adanya pekerjaan, kemungkinan dampak sosial bukan menjadi hal yang utama bagi dinas yang terkait.

Hingga berita ini diunggah, kitanusantara.com belum bisa mengetahui siapa rekanan yang menjadi pelaksana pekerjaan box culvert jalan Keputih Surabaya tersebut. Ini karena di lokasi proyek tidak terpasang papan nama pelaksana pekerjaan. Termasuk juga publik tidak mengetahui berapa anggaran negara yang digelontorkan untuk proyek itu, serta siapa pimpinan proyek yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Di duga secara tidak langsung, pelaksana pekerjaan box culvert telah menjalin hubungan peradaban yang cukup lama dengan ‘orang dalam’. Pasalnya, penyimpangan tahap-tahap pekerjaan kerap diabaikan menjadi hal yang biasa dan lumrah. (slamet)