Kekeringan di Sukabumi Picu Harga Beras Naik

Kekeringan di Sukabumi Picu Harga Beras Naik Seorang wanita sedang beraktifitas di sawah usai panen padi (net)

SUKABUMI, Kita Nusantara – Jika di wilayah lain diguyur hujan lebat, justru Kota Sukabumi dilanda kekeringan, akibatnya harga beras naik harganya Rp1.000 per kilogram yang dijual pasar tradisional.

"Kekeringan melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu berdampak kepada sulitnya petani untuk bisa menanam padi, akibatnya, harga semua jenis beras mulai naik. Ini dikarenakan pasokan berkurang," kata salah seorang penjual sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Pasundan Kota Sukabumi Wawan, Selasa (3/10/2017).

Adapun harga untuk beras KW II Jampang yang semula harganya hanya Rp7.500 kini menjadi Rp8.500 perkilogramnya. Sedangkan untuk kualitas setingkat diatasnya naik yakni jenis KW I Jampang saat ini dijual Rp9.500/kg yang awalnya hanya Rp8.500/kg.

Akibat kenaikan harga beras tersebut penjualan menjadi menurun, tadinya bisa menjual setiap harinya lima kwintal, sekarang hanya dua kwintal saja. Bahkan beras jenis ketan pun harganya ikut naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu perkilogramnya.

"Untuk beras ketan karena harganya terlalu tinggi untuk sementara, saya tidak menjual sampai harganya kembali normal," tambahnya.

Terpisah, Andri Ardiansyah (29) pedagang beras di kios Pasar Lettu Bakrie Kota Sukabumi mengatakan kenaikan yang paling tinggi justru terjadi setelah Idul Adha 1438 Hijriah. Jenis beras yang paling tinggi mengalami kenaikan adalah beras Jampang kualitas sedang dari yang sebelumnya berkisar Rp8 ribu menjadi diatas Rp9 ribu setiap kilogramnya. Sedang pada beras jenis super kenaikannya tidak terlalu tinggi, hanya Rp600 dari yang sebelumnya di angka Rp9.400, kini dijualnya seharga Rp10 ribu perkilogram.

"Hal semacam ini sudah biasa terjadi setiap musim kemarau tiba, namun hingga kini persediaan masih cukup karena diperkirakan pada Februari hingga Maret 2018 akan mulai kembali panen, sehingga harganya diperkirakan akan stabil lagi," kata dia.

Beras yang dipasok ke Kota Sukabumi 80 persen lebih berasal dari luar daerah salah satu daerah pemasok adalah Kabupaten Sukabumi, sehingga harganya dipengaruhi terhadap hasil produksi di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini. (sumber: inilah.com)