Kabid Cipta Karya Kota Batu Resmi Jadi Tersangka

Kabid Cipta Karya Kota Batu Resmi Jadi Tersangka Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin (ujung kanan) menunjukan sejumlah barang bukti uang hasil OTT yang melibatkan pejabat Dinas Cipta Karya Malang. (foto: surya)

Setelah terjaring OTT bersama dua kasie lainnya

SURABAYA, Kita Nusantara – Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Batu, Nugroho Widiyanto, ditetapkan tersangka Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim, yang menangani kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor tersebut.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menerangkan, Nugroho jadi tersangka lantaran menerima uang secara berulang-ulang dari orang yang diduga terkait dengan pembangunan proyek Gelanggang Olah Raga (GOR) kompleks Stadion Brantas Batu.

"Dia (Nugroho,red) menerima uang secara berulang dari penyedia jasa di luar ketentuan dan tidak ada hubungan dengan jabatannya. Sementara, baru ada satu tersangka di kasus ini," sebut Machfud Arifin di Mapolda Jatim, Senin (2/10/2017) kemarin.

Menurut Machfud Arifin, Nugroho diduga melakukan tindak pidana korupsi pada dua proyek di Batu. Dua proyek itu adalah pembangunan GOR kompleks Stadion Brantas dan Guest House Mahasiswa Batu untuk tahun angaran 2016.

Proyek pembangunan GOR dianggarkan Rp 28,7 miliar, sedang Guest House Mahasiswa menghabiskan anggaran Rp 3,19 miliar.

"Tersangka (Nugroho,red) terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), saat itu kami mengamankan uang sebanyak Rp 25 juta," jelas Machfud Arifin.

Selain mengamankan uang Rp 25 juta, dalam OTT ini juga diamankan mobil Grand Livina nopol N 1707 BS, tiga HP, dana operasional dari PT Gunadharma Anugerajaya ke Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu, setoran Bank Jatim dari PT Gunadharma Anigerajaya ke Nugroho, print out transfer BCA dari Nugroho ke DS, satu bendel print out WA ke Nugroho.

Selain menetapkan Nugroho sebagai tersangka, penyidik Polda Jatim juga sudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari lima saksi. Mereka adalah Bripda IW dan LKS, serta DS, AFF, dan AHM.

Atas kasus ini, Nugroho bakal dijerat Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 yang diubah UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, tim Gabungan Saber Pungli Mabes Polri dan Kota Batu melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap satu pejabat Pemkot Batu, Kamis (24/8/2017) silam.

Saat itu, tiga pejabat Pemkot Batu terkena OTT yakni Nugroho Widyanto (alias Yeyen), Kasi Bidang Perumahan, Fafan Firmansyah, dan Kasi Cipta Karya, Muhamad Hafid. Ketiganya merupakan pejabat dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Cipta Karya Kota Batu. (slamet-cb)