DPD Demokrat Jatim Keukeuh Usulkan La Nyalla

DPD Demokrat Jatim Keukeuh Usulkan La Nyalla Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renvile Antonio (foto: amar)

Dampingi lima nama yang dilaporkan ke pusat.

SURABAYA, kitanusantara – Seiring ditutupnya penjaringan pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim periode kedua, 30 September 2017, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Jatim telah mengirimkan laporan nama-nama calon yang sudah mendaftar kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) partai berlambang segitiga mercy ini.

"Ada lima nama calon yang mendaftar di penjaringan pertama, dan satu nama calon di masa penjaringan tambahan tapi belum mengembalikan. Salah satu calon yang menyatakan mundur di berbagai media, juga tetap kami laporkan. Sebab, hingga saat ini, belum ada surat resmi yang disampaikan ke DPD PD Jatim," ujar Sekretaris DPD PD Jatim, Renville Antonio saat dikonfirmasi, Jum’at (6/10/2017).

Menurut Renville, enam nama yang dilaporkan ke DPP PD itu terdiri dari Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), Nur Hayati Assegaf (DPR RI dari FPD), Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti (Ketum Kadin Jatim), Kombes Pol Syafi'in (mantan Kabiro Umum Sekretaris Militer Presiden Mabes Polri), dan Khofifah Indar Parawansa (Mensos RI).

"Hanya dua nama yaitu Nurwiyatno dan Syafiin yang memberikan keleluasaan kepada partai untuk memutuskan menjadi Cagub atau Cawagub. Sedang empat nama sisanya hanya mau mendaftar sebagai Cagub," tegas wakil ketua Komisi C DPRD Jatim ini.

Renvile menyampaikan bahwa pihaknya memutuskan nama-nama baru yang masuk Bacawagub berdasarkan hasil survey internal dan aspirasi dari DPC-DPC Kabupaten/Kota di Jawa Timur. 

"Ada enam nama Bacawagub baru yang kami usulkan ke DPP, yaitu Harsono (Mantan Bupati Ngawi), Heru Tjahyono (Kadis Perikanan dan Kelautan serta mantan Bupati Tulungaung), Saiful Rahman (Kadis Pendidikan Jatim), Emil Elistianto Dardak (Bupati Trenggalek), Maskur (mantan Kadis Peternakan) dan Renville Antonio (sekretaris DPD PD Jatim)," jlentreh Renville.

Sebelum keluar surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, lanjut Renvile, mekanisme yang berlaku di Partai Demokrat biasanya majelis tinggi DPD PD Jatim memberikan surat tugas kepada Cagub yang sudah disepakati Majelis Tinggi DPP, untuk segera menyusun koalisi partai berikut pasangan Cawagubnya.

"Rekom DPP itu pasti akan mencantumkan nama pasangan dan koalisi partai. Kalau calon setelah diberi surat tugas tak bisa memenuhi, maka DPP juga berhak menarik kembali dan memberikan kepada calon yang lain," tutup Renville. (mar)