‘Berburu’ wisata candi di kawasan Gunung Penanggungan

‘Berburu’ wisata candi di kawasan Gunung Penanggungan Candi Gajah salah satu situs candi yang terletak di Gunung Penanggungan. (foto: bowo)

MOJOKERTO, kitanusantara – Siapa yang tidak mengenal kerajaan Majapahit kala itu, kerajaan yang dikenal tangguh dalam berperang. Majapahit kini berganti nama menjadi Mojokerto, tepatnya di Jawa timur. Hingga kini cerita dan peninggalan Majapahit masih menjadi misteri.

Candi Wayang

Candi Wayang. (foto: bowo)

Selain dikenal tangguh dalam berperang, tampak masyarakat Majapahit kala itu juga mempunyai ketrampilan seni yang tinggi, terlihat dari peninggalan-peninggalannya yang saat ini banyak ditemukan.

Candi-candi peninggalan kerajaan Majapahit banyak bercecer di Gunung Penanggungan, Trawas Mojokerto dengan bemacam-macam bentuk dan nama.

Dari detail candi-candi yang ada disitu kita bisa melihat kehebatan seniman pembuat candi kala itu.

Candi Kama. (foto: bowo)

Candi Gajah Mungkur, Candi Griya, Candi Kama, Candi Wayang dan masih banyak candi lagi yang tercecer di Gunung Penanggungan.

Untuk menuju candi-candi ini tidak dipungut biaya, mungkin cukup memakai jasa pemandu agar tidak tersesat. Karena akses menuju candi-candi disini hanya bisa berjalan kaki dengan medan menanjak yang cukup menguras tenaga, disarankan kita harus dalam kondisi sehat.

Karyanto siap memandu wisatawan untuk mengeksplor situs candi di Desa Manduro. (foto: bowo)

Untuk menuju candi-candi ini bisa mencari Desa Manduro dan minta dipandu teman-teman Karang Taruna Gajah Ulung yang memang sudah paham wilayah hutan Gunung Penanggungan.

“Meski tidak dipungut biaya alias gratis, candi-candi ini kami rawat dengan baik, jadi kami pesan kepada pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan juga tidak merusaknya,” ujar Karyanto selaku pembina Karang Taruna Gajah Ulung Desa Manduro. (bw)