Aneh, Pejabat Liponsos Keputih Surabaya, Tidak Tahu Klasifikasi Penentu Pemenang Lelang

Aneh, Pejabat Liponsos Keputih Surabaya, Tidak Tahu Klasifikasi Penentu Pemenang Lelang Liponsos milik Dinas Sosial yang terletak di Keputih Surabaya dan Rudi (inzet). (foto: slamet)

SURABAYA, kitanusantara – Berita miring menerpa Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) milik Dinas Sosial Kota Surabaya. Ini terkait lelang pengadaan bahan makanan dan sayuran untuk tahun anggaran 2017, di ‘pondok’ berpelat merah yang terletak di Keputih tersebut.

Bahkan, Rudi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak mengetahui secara persis klasifikasi dalam menentukan rekanan sebagai pemenang lelang.

Sarana pengadaan barang dan jasa khususnya di Liponsos Keputih Surabaya, telah melalui sarana LPSE, yang digaungkan oleh Wali Kota Tri Rismaharini, guna menanggulangi adanya praktek kotor oknum tertentu, tak ubahnya isapan jempol belaka.

Rudi saat dikonfirmasi terkait pemenangan lelang, mengatakan peserta lelang harusnya berbadan hukum, sedang point-point yang lain dalam menentukan pemenang, dirinya tidak mengetahui secara pasti.

“Tunggu dulu ya, mas, takut salah draft-draft penentuan pemenang lelang ada di ULP," ujarnya.

Aneh dan lucu, seorang PPK harus lihat contekan, draft-draft klasifikasi pemenang saat dikonfirmasi oleh media.

Ironis memang, seorang pejabat tidak mengetahui secada detil klasifikasi berbagai hal yang berhubungan dengan instutisinya. Padahal si pejabat harus hafal di luar kepala, kriteria yang wajib dipenuhi peserta atau rekanan Dinas Sosial guna mencukupi kebutuhan makanan dan sayuran di pondok tersebut.

Pasalnya, para peserta lelang rentan ‘bermain mata’ dengan pejabat dinas setempat untuk menentukan pemenang lelang. Sehingga, patut diduga, pejabat sebagai penentu kebijakan di Liponsos Dinas Sosial Kota Surabaya, melakukan praktek curang guna meraup keuntungan pribadi.

Karenanya, teka-teki ini akan terus ditelusuri hingga menemukan titik terang. (met)